Untitled Document
Melihat, meraba, menerawang...
Untitled Document Untitled Document

Kontak

nurdinbahtiar@gmail.com
atau klik di sana

Humor

 

016. Makan Malam
Seorang kaya raya sedang menikmati jamuan makan malam. Beruntungnya, ia duduk di samping wanita seksi. Selagi makan, ia menjatuhkan sapu tangannya lalu mengambilnya kembali sembari membelai kaki wanita tsb. Tetapi wanita tsb diam saja. Lalu diulanginya lagi ia menjatuhkan garpunya dan mengambilnya kembali sembari meraba lutut wanita tsb. Wanita tetap diam saja. Ketiga kalinya ia menjatuhkan pisau. Wanita tsb membuat suatu coretan di daftar menu dan menyerahkannya pada orang kaya tsb. Orang kaya terperanjat karena membaca: "Kalau sudah sampai tujuanmu, jangan tunjukkan keheranan, karena jenis kelamin kita sama...".

017. Susah
"Saya sedang susah" kata John pada sahabatnya. "Saya baru saja menerima surat ancaman dari seseorang lelaki agar saya berhenti menggoda istrinya. Kalau tidak, kepala saya akan diremukkannya". "Lalu apa susahnya?" sahut sahabatnya. "Kamu cuma perlu berhenti menggodanya kan?". "Justru itu yang susah," sahut John. "Lelaki itu lupa menulis namanya pada surat itu...".

018. Ditipu
Dalam sebuah sidang pengadilan masalah perceraian, dengan mengerenyitkan kening hakim berkata, "Jadi, nona mengatakan bahwa nona tidur di sebuah hotel bersama lelaki ini?". "Ya betul, Tetapi saya tidak dapat berbuat apa-apa karena dia telah menipu saya" kata wanita itu. "Oh ya? Bagaimana itu terjadi?" tanya hakim. "Begini, kepada petugas penerima tamu hotel lelaki itu mengatakan bahwa saya adalah istrinya".

019. Pusing
Seorang direktur masuk kantor dengan gangguan sakit kepala yang cukup berat. "Wah itu gampang pak," kata salah seorang karyawannya. "Beberapa hari yang lalu aku pun terserang sakit kepala luar biasa. Tapi tak berlangsung lama karena istriku segera memeluk dan mencumbuiku habis-habisan. Nah, setelah itu sakit kepalaku berakhir". Sang direktur tertarik dengan terapi bawahannya tersebut. "Saya memang sudah mencoba berbagai cara, tapi sia-sia saja" katanya, "Tapi, hmm, apakah istrimu ada di rumah sekarang?"

020. Teler
Seorang laki-laki teler berkata pada temannya, "Istri saya tidak menghormati saya. Bagaimana dengan istrimu?". Temannya menanggapi, "Entahlah, saya tidak pernah mendengar dia menyebut-nyebut namamu."

Previous - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - Next
Untitled Document

Sekedar informasi

Bukan pinter, gelar, apalagi harta yang akan kau bawa mati. Tapi akhlak baik selama kau hidup.
(Tumbuhan: semakin berisi semakin menunduk, hewan: semakin berisi semakin lamban, manusia: semakin "berisi" semakin songong).
Janganlah begitu, kelak kau akan mengetahui seberapa dahsyat neraka Huthomah itu...