Untitled Document
Melihat, meraba, menerawang...
Untitled Document Untitled Document

Kontak

nurdinbahtiar@gmail.com
atau klik di sana

Humor

 

006. Pelupa
Seorang pasien datang berkonsultasi pada seorang dokter. "Dokter, akhir-akhir ini saya betul-betul pelupa. Apa yang mesti saya lakukan dokter?". "Membayar lebih dahulu", jawab dokter.

007. Selingkuh
Sepasang pria dan wanita sedang duduk hadap-hadapan di suatu meja restoran. Lalu tiba-tiba si pria melorot dari kursi dan terhenyak di bawah meja. "Nyonya," seru pelayan restoran dengan sangat panik, "Suami nyonya ada di bawah meja". "Bukan," sahut si nyonya. "Suami saya adalah yang baru masuk itu."

008. Kesemutan
Seorang wanita pergi ke dokter untuk memeriksakan tekanan darahnya. Ruang tunggu dokter penuh, dan dia harus menanti hampir satu jam sebelum namanya dipanggil. Ketika namanya dipanggil, sebelah kakinya kesemutan, sehingga ia berjalan masuk ke kamar dokter dengan terpincang-pincang. Sepuluh menit kemudian, ia keluar dari kamar dokter dengan langkah yang sudah biasa lagi (tidak terpincang-pincang). Dua orang pasien yang tadi memperhatikan wanita itu masuk, kini memandangnya dengan heran. Yang seorang menyenggol yang lain dan berkata, "Tuh, apa saya bilang..., dokter ini memang paling top di kota ini!"

009. Kacamata
Seorang anak sedang mengalami pemeriksaan untuk menentukan lensa yang tepat bagi kacamatanya. Tapi dia begitu banyak bergerak dan tak bisa memusatkan pandangan pada gambar-gambar di depannya. Dokter menjadi kewalahan. Akhirnya, untuk membuat anak itu bisa memandang ke satu titik, dia mengambil satu kantung kertas, membuat dua lubang, lalu memasukkan kantung kertas berlubang itu ke kepala si anak. "Sekarang, apa yang kau lihat?" kata dokter. Tapi tiba-tiba si anak menjadi menangis tersedu sedan. "Lho mengapa?" tanya dokter. "Saya mau kacamata yang sama seperti punya abang saya..." katanya.

010. Terompet
"Bila tangan kanan saya sudah sembuh, apakah saya bisa memainkan terompet?" tanya seorang pasien pada dokter. "Pasti bisa. Dengan mudah anda akan dapat memainkannya". "Heran, ya?! Padahal saya belum pernah memainkan terompet." sahut pasien.

Previous - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - Next
Untitled Document

Sekedar informasi

Bukan pinter, gelar, apalagi harta yang akan kau bawa mati. Tapi akhlak baik selama kau hidup.
(Tumbuhan: semakin berisi semakin menunduk, hewan: semakin berisi semakin lamban, manusia: semakin "berisi" semakin songong).
Janganlah begitu, kelak kau akan mengetahui seberapa dahsyat neraka Huthomah itu...